Monday, February 25, 2013

Pembiasan Pada Dua Bidang Batas (Prisma)

BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Prisma adalah benda bening yang terbuat dari gelas yang dibatasi oleh dua bidang permukaan yang membentuk sudut tertentu. Bidang permukannya disebut pembias dan sudut yang dibentuk oleh kedua bidang pembias disebut pembias.
Jika sinar sijatuhkan pada bidang pembias pertama,maka sinar yang keluar dari bidang pembias kedua  membentuk sudut tertentu dengan sinar masuk.sudut yang dibentuk oleh sinar keluar prisma dengan sinar yang masuk keprisma disebut sudut deviasi(D). Selain itu terdapat indeksbias pada prismayaitu nilai perbandinganantara proyeksi sinar datang dan proyeksi sinar pada bidang pembias.

Dari uraian diatas kelompok kami melakukan percobaan “Pembiasan Prisma”. Kami melakukan percobaan tersebut ingin mengetahui berapa sudut deviasi dan indek bias yang dibentuk.
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Berapa besar  sudut deviasi prisma?
2.      Berapa besar indek bias bahan prisma?
3.      Bandingkan hasil pengukuran sudut deviasi dengan perhitungan apabila pengukuran r ’ benar?
  1. TUJUAN
1.      Menentukan besar sudut diviasi prisma melalui pengamatan dan pengukuran.
2.      Menentukan indek bias bahan prisma.
3.       membandingkan besar sudut deviasi dari penngukuran dan perhitungan apabila r ‘ benar.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


Prisma adalah benda bening yang dibatasi oleh dua bidang datar yang membentuk sudut tertentu satu sama lain.Prisma merupakan salah satu benda optik yang dapat menguraikan sinar putih (polikromatik) menjadi sinar-sinar penyusunnya.Sudut pembias prisma (). Sudut pembias prisma ini dibentuk oleh kedua bidang pembias prisma. Atau disebut juga sudut puncak prisma.
A. Sinar datang dari medium (n1) menuju medium kaca/prisma dengan sudut datang i1 mengalami
pembiasan pertama kali dengan sudut bias r1.
B. Sinar datang dari prisma/kaca keluar dari medium (n1) dengan sudut datang i2 akan dibiaskan
kedua kali dengan sudut bias r2.
Dispersi adalah peristiwa penguraian cahaya polikromarik (putih) menjadi cahaya-cahaya monokromatik (me, ji, ku, hi, bi, ni, u) pada prisma lewat pembiasan atau pembelokan. Hal ini membuktikan bahwa Cahaba putih terdiri dari harmonisasi berbagai cahaya warna dengan berbeda-beda panjang gelombang. Sudut deviasi adalah sudut yang dibentuk antara perpanjangan sinar yang menuju prisma dengan perpanjangan sinar yang keluar dari prisma.
Persamaan yang digunakan pada pembentukan sudut deviasi adalah :
(i). Persamaan snellius untuk sinar datang menuju prisma :

(ii). Sudut pembias prisma :

(iii). Persamaan Snellius untuk sinar yang keluar dari prisma :

Adapun besar sudut deviasi prisma adalah :

(www.wikkipedia.co.id tanggal 12 Agustus 2010 pukul 14.00WIB)

BAB III
METODE PENELITIAN
  1. Alat dan Bahan
1.      Prisma siku siku
2.      Jarum pentul
3.      Mistar
4.      Busur derajat
5.      Kertas putih
6.      Pengsil
7.      Polpen warna
  1. Cara Kerja
1.      Membuat garis membagi empat sama luas pada kertas, sumbu X dan sumbu Y
2.      Meletakkan prisma siku siku dengan posisi seperti gambar, ( sumbu X lebih dekat dengan sudut pembias)
3.      Membuat garis garis hingga membentuk sudut 20o, 25o,30 o,35 o,40 o,45o,50o, 55 o dengan sumbu x sebagai sudut datang
4.      Menancapkan 2 jarum dititik A dan B, dengan melihat dari sisi prisma yang lain, jarum C dan D ditancapkan sehingga bila dilihat keempat jarum yaitu A,B,C dan D tampak 1 garis ( berhimpit)
5.      Mengukur sudut pembias prisma (β)
6.      Menghubungkan titik bekas tusukan jarum tadi sebagai titik C dan D sehingga memotong perpanjangan garis A dan B
7.      Mengukur sudut deviasi( sudut yang di bentuk dari perpanjangan garis datang dengan garis bias terahir
8.      Mengukur sudut bias trahir atau r’ ( sudut yang dibuat dari garis bias terahir ( C dan D dengan garis normal bidang.
9.      Memasukkan data dalam tabel
10.  Mengulangi percobaan diatas debgan sudut sudut yang lain.


BAB IV
DATA DAN ANALISIS DATA

  1. Tabel Pengamatan
Sudut datang (i) Sudut bisa terakhir (r’) Sudut deviasi (δ)
20 o 56 o 32 o
25 o 47 o 28 o
30 o 44 o 30 o
35 o 36 o 26 o
40 o 34 o 30 o
45 o 30 o 31 o
50 o 24 o 30 o
55 o 21.5 o 31.5 o

  1. Analisis Data
  • Deviasi minimum

a.       δ       =   I +  r’ -   β
=    20 o + 56-44
=32

b.      δ       =   I +  r’ -   β
=25+47-44
=28

c.       δ       =   I +  r’ -   β
= 30 + 44 -44
=30

d.      δ       =   I +  r’ -   β
= 35+36-44
= 26

e.       δ       =   I +  r’ -   β
= 40+34-44
=30
f.       δ       =   I +  r’ -   β
=45+30-44
=31

g.      δ       =   I +  r’ -   β
= 50+24-44
=30
h.      δ       =   I +  r’ -   β
= 55+21.5-44
=  32.5


  • Dari hasil perhitungan sudut deviasi dari sudut 20-50 hasilnya sama namun pada sudut 55 hasilnya beda dikarenakan ketelitian saat mengukur atau posisi mata kurang lurus saat mengamati pembiasan tersebut
  • Indeks bias kaca prisma
a.20 ° = sin i/ sin r                                          b. Sudut 25° =sin i/sin r
=20:56                                                                         = 25:47
=0,36                                                                           = 0,53
C. sudut 30°= sin i/sin r                                 d. Sudut 35°
= 30:44                                                            =35:36
=0,68                                                               =0,97
e. sudut 40°    = sin i/ sin r                             f. Sudut 45°
=40:34                                                             =45:30
=1,18                                                               = 1,5
g. Sudut 50°                                                  h. Sudut 55°
=50:24                                                             =55:21,5
=2,1                                                                 =2,56







BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan diatas dapat disimpulkan bahwa
1.      Sudut deviasi prisma
Sudut datang (i) Sudut deviasi (δ)
20 o 32 o
25 o 28 o
30 o 30 o
35 o 26 o
40 o 30 o
45 o 31 o
50 o 30 o
55 o 31.5 o

  • Semakin besar susut datang maka sudut bias semakin kecil, dan sebaliknya jika sudut datang semakin kecil maka sudutnya semakin jadi sudut datang dan sudut bias memiliki hubungan berbanding terbalik.
  • Semakin besar sudut bias maka sudut deviasinya semakin kecil dan sebaliknya jika sudut biasny kecil maka sudut deviasinya semakin besar jadi sudut bias dan sudut deviasi berbanding terbalik.



DAETAR PUSTAKA
www. Wikkipedia.co.id

No comments:

Post a Comment

Post a Comment